Taryana Suryana, M.Kom.
Blog Universitas Komputer Indonesia
Pengenalan
Daftar Blog Lainnya
Kategori
Google Scholar
About
4ICU
APRS
Alexa Rank
Featured Blog
Featured

Tanya Jawab Seputar IPV6

Tanya Jawab Seputar IPV6

Question & Answer Seputar IPV6

1

Apakah IPv6 itu?

Jawab: IPv6 merupakan sistem pengalamatan berbasis IP dengan versi 6 dengan kelebihan
dibandingkan dengan IPv4 (protokol yang umum digunakan saat ini) adalah:
  • Perkembangan secara eksponensial akan terjadi pada jaringan internet
  • Perkembangan di jaringan internet dan kemampuan router untuk mengantisipasi routing table yang sangat besar.
  • Kebutuhan akan kemudahan di dalam autoconfiguration dan renumbering
  • Security di level IP
  • Kebutuhan akan pengiriman data secara real time (QoS)
1
Buat apa nyari IPV4 didalam karung, kalau IPV6 tersedia bergunung-gunung
 

2. Kenapa harus pindah ke IPv6?

Jawab: IPv6 dikembangkan sebagai solusi untuk menjawab isu-isu sebagai berikut:
  • Keterbatasan jumlah pengalamatan IPv4 : Ipv6 sebagai solusi untuk menambah resource alamat IP dengan kapasitas alamat yang lebih besar yang memungkinkan penggunaan alamat IP public secara fleksibel terkait dengan perkembangan pelanggan, perangkat dan layanan. Dengan resource alamat IP public yang fleksibel tersebut, komunikasi peer to peer dapat dilakukan dengan lebih mudah.

    • IPv4 hanya mampu menampung pengalamatan sebanyak 4 milyar penguna (32 bit addressing)
    • IPv6 dengan 128 bit addressing
  • Menutupi kekurangan Ipv4 : Belajar dari kekurangan-kekurangan yang terdapat didalam IPv4 terdahulu, di dalam protocol atau header IPv6 telah mengintegrasikan kapabilitas QoS dan IPSec.
1
Kareta Api nantinya akan ada IP-Addressnya .... kabayang mun IP na Bentrok

3. Keuntungan dari adanya IPv6?

Jawab: Selain untuk memenuhi kebutuhan global unique address di masa mendatang, IPv6
juga memberikan beberapa keuntungan bagi jaringan dan IT profresional seperti:
  • Jumlah address yang besar untuk mendukung global reachability dan scalability
  • Format Header yang lebih sederhana untuk mendukung effisient packet handling
  • Hirarki dari arsitektur jaringan yang mendukung efisiensi di dalam routing
  • Mendukung routing protocol yang ada
  • Mendukung autoconfiguration dan plug and play
  • Mengurangi kebutuhan akan NAT dan application layered gateway (ALG)
  • Terdapat security dengan implementasi mandatory Ipsec
  • Mendukung untuk Mobile IP dan Perangkat mobile computing
  • Meningkatnya jumlah multicast address
  • Mendukung ukuran paket yang sangat besar

4. Mengapa perlu dilakukan migrasi dari IPv4 ke IPv6?

Jawab: ISP dan Telco perlu melakukan migrasi menuju IPv6 dan persiapannya sebagai
langkah antisipasi semakin menipisnya alokasi IPv4 yang dimiliki oleh IANA (lembaga resmi
internasional yang mengatur alokasi IPv4 dan IPv6). Langkah ini dilakukan untuk menjaga
tetap berjalannya service yang sudah diberikan kepada pelanggan, terutama pada saat
layanan dan content sudah banyak yang diimplementasi berbasis IPv6 (domain IPv6).
Pelanggan dengan alamat IPv4 tidak bisa mengakses layanan dan content berbasis IPv6.


5. Berapa lama lagi IPv4 akan habis?

Jawab: Menurut perkiraan APNIC (lembaga resmi internasional yang mengatur alokasi
alamat IP di area Asia Pasifik), alokasi IPv4 akan habis pada TW3-2011. Untuk studi kasus
internal, alokasi IPv4 Telkom berkisar 2 juta alamat. Jumlah ini tidak mencukupi untuk target
penetrasi Speedy 4 juta satuan sambungan pada akhir 2011.


6. Apa sajakah perbedaan antara IPv4 dan IPv6?

Jawab:
 
1
 


7. Kenapa migrasi langsung terjadi dari IPv4 ke IPv6, tidak melalui IPv5?

Jawab: IPv5 diperuntukkan untuk kegiatan lab dan tidak dikembangkan untuk publik. IPv6
diperkirakan akan bertahan dalam periode yang lama, mengingat ketersediaan alokasi
alamat IP yang sangat besar (128 bit). Riset dan pengembangan untuk protokol setelah IPv6
masih terus berlangsung dilakukan oleh lembaga lembaga internasional.


8. Kapankah perioda migrasi ini akan berlangsung?

Jawab: Periode migrasi ini dilakukan sesuai dengan permintaan pemerintah adalah pada
tahun 2010-2013


9. Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan proses migrasi ini?

Jawab: Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses migrasi adalah:
  • Mengidentifikasi kesiapan perangkat eksisting terhadap protokol IPv6
  • Mengidentifikasi kesiapan layanan, produk dan operating system eksisting untuk mendukung layanan IPv6
  • Menyusun migrasi dan tindak lanjut pengembangan jaringan dan layanan untuk mendukung implementasi protokol IPv6. Termasuk didalamnya adalah skenario di masa transisi.

10.Apa sajakah kendala-kendala dalam proses migrasi IPv4 ke IPv6 ini?

  • Kesiapan CPE yang ready IPv6 di pasaran
  • Tantangan pengembangan layanan dan content berbasis IPv6, dimana dominasi content saat ini adalah masih berbasis IPv4
  • Proses migrasi menuju implementasi all IPv6 akan membutuhkan biaya tambahan berupa implementasi perangkat transalasi terutama pada masa transisi


11.Apa Tujuan dari Event TELKOM IPv6 Workshop and Exhibition?

Jawab: Dalam ruang lingkup nasional. event ini merupakan bagian dari bentuk sosialisasi
implementasi IPv6 di Indonesia, gambaran implementasi layanan-layanan berbasis IPv6 dan
kesiapan operator-operator di Indonesia untuk melakukan implementasi IPv6.
Event juga digelar sebagai antisipasi dan langkah nyata untuk mendukung layanan ke depan
yg segera akan diluncurkan TELKOM group khususnya untuk mengatasi keterbatasan
pengalamatan IP saat ini
Event ini bagi TELKOM menjadi salah satu langkah nyata dalam menindaklanjuti komitment
Implementasi IPv6 Tahun 2013 seperti yang telah dideklarasikan di Denpasar Bali pada 9
Juni 2010 pada IPv6 Summit, dengan memperlihatkan showcase dan kegiatan Lab berbasis
IPv6 yang sedang bejalan di lingkungan TELKOM. Kegiatan riset dan pengembangan
layanan dan produk juga sedang berjalan menuju implementasi berbasis IPv6.


12. Siapa saja yang menjadi partner dari kegiatan Event TELKOM IPv6 Workshop and
Exhibition?

Jawab: Dalam hal infrastruktur dan perangkat, technology owner/mitrayang terlibat dalam
kegiatan ini adalah: Cisco, Juniper, Alcatel Lucent, Huawei, Tellabs dan NSN. Cisco dan
Juniper merupakan mitra TELKOM dalam implementasi system di level Core dan PE yang
menjadi lokasi implementasi transalation gateway di masa transisi. TELKOM juga mengajak
operator-operator seperti: INDOSAT, EXCEL, TELKOMSEL, BIZNET dan APJII untuk turut
berpartisipasi kegiatan event ini dengan melakukan sharing info dan experience.


13. Perangkat apa saja yang dilibatkan dalam kegiatan lab dan trial pada Event TELKOM IPv6
Workshop and Exhibition?

Jawab: Perangkat dan teknologi yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah: Core Router, PE
Router, Metro Ethernet, DHCP Server, Translation Gateway, Perangkat Akses, CPE dan
modem, serta LTE


14.Apa saja layanan yang ditampilkan dalam kegiatan Event TELKOM IPv6 Workshop and Exhibition dan apa hubungannya dengan implementasi IPv6?

Jawab: Layanan yang dipamerkan akan ditampilkan pada Ruang Showcase. Layanan
tersebut menjadi gambaran tentang potensi pengembangan layanan berbasis IPv6 yang
memiliki kebutuhan jumlah alamat IP yang banyak sebagai identifikasi untuk melakukan
pengendalian layanan dan perangkat. Layanan yang ditampilkan merupakan hasil inovasi
TELKOM dan mitra-mitra TELKOM dalam pengembangan layanan dan produk berbasis IP.
Beberapa produk yang ditampilkan dalam exhibition ini antara lain adalah: Connected
Motor, SMART HOME, IPTV, Home Monitoring, KWH Meter, ONLINE COLLABORATION
SYSTEM (OCS) dan Telepresence. Deskripsi setiap layanan terlampir.


15.Apa manfaat dari kegiatan ini?

Jawab: menjadi ajang diskusi bagi para operator, pakar dan akademisi dan industri
telekomunikasi dan IT, memberikan sosialisasi dan awarness tentang keterbatasan IPv4 dan
perlunya migrasi segera ke IPv6, Bagi peserta workshop, ISP dan operator telekomunikasi,
menjadi salah satu referensi model dan kesiapan implementasi IPv6 khususnya untuk operator
incumbent seperti TELKOM. Dalam hal produk dan layanan, apa yang ditampilkan dapat
menjadi referensi pengembangan layanan dan produk berbasis IPv6 yang akan
membutuhkan jumlah alokasi alamat IP yang lebih banyak dari alokasi IP yang dibutuhkan
layanan berbasis IPv4. Gambaran tentang hal tersebut dapat disaksikan pada event ini.
Sedangkan bagi TELKOM sendiri event ini merupakan salah satu langkah nyata komitmen
TELKOM untuk kesiapan implementasi IPv6 sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah.
 

Statistik IPV4 Menjelang Kematiannya

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 12 November 10 - 18:43 WIB
Dalam Kategori : IPV6, IPV4
Dibaca sebanyak : 1125 Kali
Rating : 1 Bagus, 0 Jelek
WibiWibi · kebetulan nih, mau tanya nih pa: kenapa walau sudah ada IPV6, IPV4 masih tetap digunakan. Terkadang malah digunakan dua-duanya, ngga ribet (efisien) apa tuh.??
Diposting pada : Sabtu, 13 November 10 - 17:22 WIB
Taryana Suryana, M.Kom.Taryana Suryana, M.Kom. · peralatan yg lama belum support ipv6, jadi kalau langsung diganti dengan ipv6 kemungkinan banyak website yg tidak dapat diakses, terus peralatan yg telah support ipv6 masih belm banyak
Diposting pada : Sabtu, 13 November 10 - 17:27 WIB
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback